Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Tema 6 Subtema 2 Halaman 63, 65, 70, 71, 72

Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Tema 6 Subtema 2 Halaman 63, 65, 70, 71, 72

 

Daur hidup hewan I

Gambar hewan:

kelas 4 tema 6 subtema 2 pembelajaran 1

Nama hewan: Kecoa

Cara berkembang biak:

Umumnya Kecoa berkembang biak dengan cara bertelur atau Ovipar dan sebagian kecil lainnya berkembang biak dengan cara Ovovivipar.

Gambar daur hidup:

kelas 4 tema 6 subtema 2 pembelajaran 1

Penjelasan tentang daur hidup:

Daur hidup hewan kecoa ialah telur – nimfa – kecoa besar

Telur

kecoa memiliki siklus hidup tidak sempurna karena melalui tiga tahapan fase. Pada tahap pertama yaitu telur. Telur kecoa berbentuk seperti kapsul berwarna coklat dengan ukuran kecil. Cangkang yang terdpatapada telur kecoa memiliki tekstur keras dan tidak mudah pecah.

Nimfa

nimfa bisa juga disebut dengan bayi kecoa. Nimfa dapat bergerak bebas. Warna nimfa ialah putih seperti kutu beras, namun akan mengalami perubahan warna menjadi coklat. Pada umunya, nimfa belum memiliki sayap.

Kecoa Dewasa

seletah dewasa, kecoa akan memiliki sayap yang bisa digunakan untuk terbang. Perbedaan kecoa muda dan dewasa hanya pada ukurannya saja. Kecoa dewasa sudah mampu untuk mencari makanan sendiri.

Jenis daur hidup:

Jenis daur hidup di atas adalah metamorfosis tidak sempurna

Disebut metamorfosis tidak sempurna karena tidak mengalami fase pupa atau kepompong dan memiliki bentuk fisik saat muda yang mirip dengan saat bentuk fisik dewasa

Daur hidup hewan II

Gambar hewan:

kelas 4 tema 6 subtema 2 pembelajaran 1



Nama hewan: Capung

Cara berkembang biak:

cara berkembang Biak capung adalah mulai dari telur yang menetas dalam air dan kemudian menjadi larva, untuk selanjutnya akan menjadi capung dewasa yang siap melakukan perkawinan dan berkembang biak dengan cara bertelur.

Gambar daur hidup:

kelas 4 tema 6 subtema 2 pembelajaran 1

Penjelasan tentang daur hidup:

siklus nya: telur-nimfa-capung dewasa

Telur

Siklus hidup capung dimulai dari sebuah telur. Telur yang sudah diletakkan di dalam air membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 5 minggu untuk menetas.

Larva

Ketika keluar dari telur, larva capung berukuran kecil dan berwarna transparan.

Tapi, lama kelamaan warnanya akan berubah. Beberapa jam setelah menetas, larva tersebut akan mengalami pergantian kulit.

Larva capung biasanya mengalami 5 – 14 kali ganti kulit sebelum akhirnya menjadi dewasa.

larva capung biasanya hidup di dalam air hingga dua tahun. Bahkan, ada larva capung yang hidup hingga enam tahun di dalam air. Perbedaan itu ditentukan oleh suhu. Semakin hangat suhunya, maka larva tersebut akan semakin cepat dewasa.

Tapi, jika suhunya dingin, maka larva tersebut akan semakin lama menuju dewasa.

Perubahan Serangga yang mengalami metamorfosis sempurna akan berubah menjadi pupa, tapi capung tidak mengalaminya.

Jadi, larva capung akan berubah fisik, tanpa harus menjadi kepompong.

Larva capung yang sudah berada di tahap akhir akan berada di air dangkal selama beberapa hari.

Setelah itu, larva akan meninggalkan air dan naik ke tempat yang aman (biasanya di batang tanaman). Nah, di tempat itulah, larva akan berubah menjadi capung.

Ketika mendapat tubuh baru, capung harus membiarkan tubuhnya mengeras agar bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, capung juga harus “memompa” sayapnya agar bisa terbang. Nah, proses itu membutuhkan waktu berjam-jam.

Dewasa

Ketika sayap dan tubuhnya sudah mengeras, capung akan mulai terbang.

Saat pertama kali menggunakan sayapnya, capung hanya bisa terbang beberapa meter saja.

Tapi, lama kelamaan mereka bisa terbang cepat dan jauh. O iya, dalam tahap ini, capung sangat rapuh dan rentan dimangsa oleh burung, laba-laba, dan semut.

Capung dewasa memiliki jangka hidup yang pendek. Rata-rata, seekor capung hanya hidup selama 1 sampai 2 minggu.Tetapi, beberapa spesies capung bisa hidup hingga 6 sampai delapan minggu. Dari semua siklus hidup capung, tahap larva lah yang paling lama.

Jenis daur hidup:

capung mengalami metamorfosis tidak sempurna.