Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Tema 6 Subtema 3 Halaman 121, 122, 125, 126

Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Tema 6 Subtema 3 Halaman 121, 122, 125, 126
Materi dan Kunci Jawaban Tematik Kelas 4 Tema 6 Cita-citaku, Subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-cita, Halaman 121, 122, 125, 126.

 

kelas-4-tema-6-subtema-3-pembelajaran-2

Perhatikan gambar di atas!
Pernahkah kamu menemui anak-anak yang bekerja menjadi pemulung seperti di atas? Pernahkah kamu berpikir mengapa mereka bekerja di usia muda mereka? Apakah yang dilakukan mereka? Apakah peran mereka di masyarakat? Tahukah kamu, bahwa beberapa anak pemulung tetap bersekolah. Mereka memiliki cita-cita juga seperti kamu. Bahkan, ada beberapa pemulung yang telah mencapai cita-citanya dengan gemilang.
Simaklah bacaan berikut dengan saksama!

Ayo Membaca

Aku, Sarjana Pemulung

Namaku Wahyudin, biasa dipanggil Wahyu. Aku anak pasangan buruh tani. Aku tinggal
bersama kelima saudara tiriku dan dua adikku, selain orang tuaku. Karena kemiskinan, tidak ada satu pun dari kakak tiriku yang dapat menamatkan sekolah dasarnya. Aku pun terancam demikian, karena kami tidak punya uang untuk sekolah.

gambar-halaman-120

Tetapi aku bertekad, aku harus sekolah. Saat subuh aku pergi mengumpulkan sampah plastik dan kardus untuk dijual. Pekerjaanku ini disebut memulung. Aku adalah seorang pemulung. Hasil dari memulung digunakan untuk membayar uang sekolahku. Aku memulung sejak usia 10 tahun pada saat aku dududk di kelas IV SD.

Untuk menamatkan sekolah dasar, aku perlu tambahan biaya. Selain memulung, aku pun menggembalakan kambing tetangga. Sewaktu SMP, aku juga berjualan gorengan. Apa pun kulakukan agar aku dapat sekolah. Pada saat SMA aku menjalani tujuh profesi sekaligus agar aku tetap sekolah. Tetapi meski demikian, aku selalu dapat menjadi juara di sekolahku.

Pada tahun 2013, aku telah menyelesaikan kuliahku di Jakarta dengan tetap menjadi pemulung. Lalu, aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah kembali di ITB (Institut Teknologi Bandung), yang kini hampir selesai. Aku bangga telah mencapai cita-citaku untuk terus sekolah, meskipun dengan perjuangan yang panjang dan berat.

Kunci Jawaban Tematik Halaman 121

Ayo Berdiskusi

Lengkapilah diagram berikut ini berdasarkan bacaan tersebut!

Halanagan yang dihadapi: Keterbatasan Ekonomi Keluaraga
Cita-cita Wahyudin: Bisa Terus Sekolah
Sikap yang dimiliki: Mau bekerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan berkomitmen
Usaha yang dilakukan: Memulung dan menggembalakan kambing
Prestasi yang telah diraih Wahyudi: Selalu mendapat juara disekolah dan mendapatkan beasiswa di ITB
Kesimpulan: Wahyudi adalah sosok orang yang bekerja keras untuk mencapai cita-citanya

Apa saja prestasi yang telah diraih Wahyudin karena usaha dan kerja kerasnya?

Atas usahanya Wahyudin mampu menyelesaikan sekolah dari jenjang SD sampai Perguruan Tinggi.

Apa kesimpulanmu terhadap usaha Wahyudin untuk meraih cita-citanya?

Wahyudin merupakan anak yang bertekad kuat untuk meraih cita-citanya, pekerja keras, dan tidak mau menyerah pada keadaan dan terus berusaha untuk menggapai cita-citanya.

Ayo Membaca

Bacalah puisi berikut di dalam hati!

gambar-halaman-122-tema-6-kelas-4

Kunci Jawaban Tematik Halaman 122

Ayo Berdiskusi

Setelah membaca puisi tersebut, lakukanlah kegiatan berikut!
1. Baca lagi puisi “Sahabatku Seorang Pemulung” di dalam hati.
2. Tentukan tanda jeda untuk menentukan waktu berhenti lama dan berhenti sejenak.

kunci-jawaban-halaman-122-tema-6-kelas-4

3. Bacakan puisimu kepada teman sebangkumu. Minta temanmu untuk menyimak cara membacamu dengan penempatan tanda jeda yang sesuai.
4. Diskusikan pendapat kalian. Lakukan secara bergantian.
5. Bacakan puisi tersebut di depan kelas dengan lafal yang jelas dan jeda yang sesuai.

Ayo Berkreasi

Banyak usaha telah dilakukan untuk memanfaatkan barang bekas atau tidak terpakai di lingkungan sekitar. Salah satunya dengan mendaur ulang barang-barang bekas pakai yang berasal dari rumah untuk membuat karya seni rupa. Membuat karya seni rupa dengan menggunakan barang bekas adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan. Kali ini kamu akan membuat karya kolase dengan menggunakan bahan kertas koran bekas.

Tahukah kamu tentang kolase? Kolase adalah teknik untuk membuat karya seni rupa dua dimensi dengan cara memotong dan menempel. Bahan yang digunakan terdiri atas berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar.

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk memulai membuat kolase.
Siapkan bahan-bahan berikut ini.
1. Selembar kertas, bisa kertas karton atau kertas sketsa/gambar.
2. Lem.
3. Gunting.
4. Koran bekas.
5. Gambar.

Langkah-langkah membuat kolase sebagai berikut
1. Siapkan gambar pola pada selembar kertas.
2. Buatlah potongan-potongan bahan (koran bekas, kardus, plastik).
3. Tempelkan potongan-potongan tersebut ke permukaan gambar yang telah disediakan.

gambar-halaman-123

 

gambar-halaman-124

Tahukah Anda
Tahukah kamu, bahwa sampah telah menjadi masalah lingkungan yang semakin sulit diatasi? Sampah plastik telah menutupi beberapa samudra dan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius. Banyak hewan laut mati karena memakan sampah plastik.

Salah satu cara yang dilakukan masyarakat kini adalah dengan menggalakkan gerakan daur ulang sampah plastik. Tujuan mendaur ulang sampah plastik untuk memperpanjang usia pemakaian barang sehingga tidak perlu membeli untuk sementara waktu. Dengan demikian, jumlah sampah dapat dikurangi jumlahnya. Dengan melakukan penghematan penggunaan barang dari alam, kita telah melakukan usaha pelestarian makhluk hidup di sekitar kita.

Ayo Membaca

Keanekaragaman makhluk hidup telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya. Sepantasnya manusia berusaha dan bertindak untuk memelihara, mengembangkan dan menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai sumber daya alam hayati, agar senantiasa dapat memperoleh manfaatnya.

Masyarakat dunia sekarang harus segera bertindak melestarikan keanekaragaman makhluk hidup. Dampak buruk yang diakibatkan kepunahan makhluk hidup telah merugikan bagi manusia itu sendiri. Di Indonesia, banyak jenis hewan dan tumbuhan asli Indonesia berada di ambang kepunahan.Bahkan, beberapa sudah punah.

Pelestarian makhluk hidup dapat dilakukan melalui cara-cara di antaranya berikut.
1. Upaya Pelestarian Tumbuh-tumbuhan
Upaya yang dilakukan sebagai berikut.
a. Kebun koleksi, biasanya hanya untuk mempertahankan tumbuhan bibit unggul. Contoh: kebun kelapa di Bone-Bone, kebun mangga di Pasuruan.
b. Kebun plasma nutfah, merupakan perkembangan kebun koleksi Contoh: Kebun plasma nutfah di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, talas, dan suweg
c. Kebun botani, didirikan pada tahun 1817 di Bogor, terkenal dengan nama Kebun Raya Bogor.

2. Upaya Pelestarian Hewan
Upaya yang dilakukan sebagai berikut.
a. Menangkar hewan langka dengan cara mengisolasi hewan tersebut.
b. Mengambil telur-telur hewan untuk dibantu menetaskannya.
c. Memindahkan hewan langka ke tempat yang lebih cocok.
d. Membuat undang-undang perburuan.
e. Menindak tegas para pelanggar dengan memberikan sanksi hukum sesuai hukum yang berlaku.

Kunci Jawaban Tematik Halaman 125, 126

Ayo Berlatih

Berdasarkan bacaan di atas dan dengan menggunakan berbagai sumber informasi, lakukanlah kegiatan berikut!
1. Bersama dengan teman sekelompokmu carilah informasi sebanyakbanyaknya terhadap usaha-usaha pelestarian makhluk hidup.
2. Cari informasi apakah ada pelestarian makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang ada di sekitarmu.

Usaha untuk melestarikan mahluk hidup ialah kita terus melestarikan hewan yang jarang kita temui atau hewan langka, menanam pohon untuk perlindungan mahluk hidup,dan tidak menebang hutan sembarangan.

3. Cari tahu kegiatan pelestarian apa sajakah yang telah dilakukan, jenis hewan dan tumbuhan yang dilestarikan, cara melestarikan, dan kapan didirikan.
4. Presentasikan hasil pekerjaanmu dalam bentuk poster.
5. Presentasikan hasilnya di depan kelas.